qudeta.co — Hingga pekan ke-26, Persib Bandung berhasil memuncaki klasemen sementara Liga 1 2024-2025. Persib telah mengumpulkan 54 poin, unggul atas pesaing terdekatnya, Dewa United, yang mengoleksi 49 poin.
Namun, meskipun tampil dominan di Liga 1, tidak ada satupun pemain Persib yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia menghadapi Australia dan Bahrain pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Padahal, terdapat sejumlah pemain Persib yang tampil mentereng di Liga 1 dan layak dipanggil Timnas Indonesia, seperti Marc Klok dan Edo Febriansyah.
Dalam pemanggilan pemain Timnas Garuda kali ini, Dewa United menjadi klub asal Liga 1 yang menyumbang pemain terbanyak, yakni tiga pemain; Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, dan Septian Bagaskara.
Kemudian disusul oleh Persija Jakarta sebagai penyumbang terbanyak dengan dua pemain, Rizky Ridho dan Muhammad Ferrari.
Selain itu, dalam daftar pemain yang dipanggil Timnas Indonesia asuhan Patrick Kluivert tidak ada nama yang sudah langganan di era Shin Tae-yong, seperti Asnawi Mangkualam, Yakob Sayuri, Saddil Ramdani, dan Elkan Baggott.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kriteria pemilihan pemain untuk tim nasional, terutama ketika pemain dari klub papan atas tidak mendapatkan kesempatan. Faktor seperti persaingan ketat, strategi pelatih, dan kebutuhan spesifik tim nasional mungkin mempengaruhi keputusan tersebut.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa keputusan daftar pemain Timnas Indonesia sepenuhnya berada di tangan pelatih. Sebagai ketua PSSI, dia mengaku tidak ikut campur urusan teknis yang dibuat pelatih.
“Itu tergantung coach, Saya kan bukan coach-nya,” kata Erick Thohir. (*/lee)