Daerah  

Melalui Seminar, Disdikbud Pamekasan Ungkap Kepeloporan Ronggosukowati

Kepeloporan Ronggosukowati
Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini saat memberikan sambutan pada Seminar Hasil Penelitian Storyline Kepeloporan Ronggosukowati di Museum Mandilaras Kabupaten Pamekasan, Selasa (14/11/2023).

Qudeta.co, Pamekasan — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Storyline Kepeloporan Ronggosukowati di Museum Mandilaras Kabupaten Pamekasan, Selasa (14/11/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Kepala Disdikbud Pamekasan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pamekasan, serta bagian Prokopim Setkab Pamekasan.

Peserta dalam kegiatan ini meliputi seluruh Tim Peneliti Storyline Kepeloporan Ronggosukowati, pejabat struktural dan fungsional serta staf bidang kebudayaan, guru Sejarah SMA sederajat, serta guru SMP negeri dan swasta sederajat di Pamekasan. Selain itu, informan yang berasal dari masyarakat Pamekasan, meliputi pemerhati sejarah dan budaya, pemerhati manuskrip atau naskah kuno masyarakat yang menempati lokasi sekitar situs, praktisi sejarah, dan juru kunci situs atau makam.

Kadisdikbud Pamekasan Akhmad Zaini menyampaikan, kegiatan ini merupakan kegiatan ilmiah yang dikemas dengan seminar. Tujuan untuk mendiskusikan dan menyampaikan kepada masyarakat tentang hasil penelitian kepeloporan Ronggosukowati oleh tim peneliti yang telah ditunjuk oleh Disdikbud Pamekasan.

“Masyarakat supaya tahu tentang kepeloporan Ronggosukowati. Bagaimana Ronggosukowati dulu berjuang,” kata Zaini.

Menurutnya, hal ini penting diketahui oleh masyarakat agar masyarakat, khususnya guru beserta pemerhati budaya mengetahui tentang perjuangan Ronggosukowati.

Kemudian, mantan Kabag Kesra Setkab Pamekasan itu menjelaskan, nantinya hasil dari penelitian tersebut akan didokumentasikan berbentuk buku referensi sehingga bisa menjadi bahan bacaan bagi masyarakat pamekasan.

“Nanti hasil dokumentasinya bisa dicari dan dibaca di perpustakaan daerah (perpusda),” tegasnya.

Sekadar diketahui, panitia pelaksana dalam seminar tersebut mendatang tiga narasumber kompeten, yakni Dr. Moh. Hafidz Effendy, M.Pd., KH. Habibullah, dan Sony Budiharto, M.Si. (*/lee)

Baca Lainnya:  Komunitas Belajar Bicara Sukses Gelar Milenial Public Speaking

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *