Daerah  

Majelis Taklim Nurul Ulum Setengah Abad Berdiri: Istikamah Menebar Rohmah

Nurul Ulum
Peringatan Milad Majelis Taklim Nurul Ulum Karang Penang Sampang. (Foto: Ist)

Qudeta.co, Sampang — Majelis Taklim Nurul Ulum, Karang Penang, Sampang, genap berusia setengah abad. Pada usia yang terbilang matang itu, majelis yang berdiri pada tahun 1395 Hijriyah itu, tetap istikamah bersama seluruh jamaah menyatukan hati meraih ridho Ilahi.

Puncak kegiatan milad setengah abad Majelis Taklim Nurul Ulum, diperingati dengan pengajian akbar yang diawali secara simbolis dengan pemotongan tumpeng oleh Pembina Majelis Taklim Nurul Ulum KH. M. Ainul Yakin Halimi, didampingi Lora M.Amin Ilyas Halimi dan Lora Mujiburrohman Halimi.

Pembina Majelis Taklim Nurul Ulum KH. M. Ainul Yakin Halimi mengatakan, kegiatan peringatan setengah abad berdirinya majelis itu dilaksanakan sesuai kesepakatan pengurus dan ketua kelompok Majelis Taklim Nurul Ulum, terutama dari sesepuh ketua kelompok, Bapak Nito.

Dilaksanakannya peringatan setengah abad berdirinya majelis yang juga rutin menyantuni anak yatim itu, agar menjadi momentum bersejarah dalam perjalanan panjang majelis taklim yang didirikan oleh Almarhum KH Halimi Bustomi.

“Di usia setengah abad ini kami berharap Majelis Taklim Nurul Ulum bisa terus istiqomah menebarkan Rohmah, menyatukan ummat serta bisa menjadi washilah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya,” harapnya, Rabu (18/10/223)

Dijelaskan KH. M. Ainul Yakin, di samping dihadiri ratusan jamaah Majelis Taklim Nurul Ulum, serta seluruh simpatisan majelis, kegiatan milad setengah abad ini, juga dihadiri oleh sejumlah masyaikh dan keluarga besar sejumlah majelis, diantaranya, Majelis Taklim Muslimat Al-mabrur yang dipimpin KH. Aminullah.

Kemudian, Majelis Taklim Muslimat Nurul Islamiyah yang dipimpin Kyai. Sahrawi. Jalsah An-Nur yang dinakhodai KH. Sofwan, serta Majelis Shalawat Al-Husain pimpinan KH. Sayyidil Husain.

“Alhamdulillah acara berlangsung khidmat, semoga kegiatan ini mendapat barokah dan Ridho Allah SWT, sesuai dengan tema, yakni Menyatukan Jiwa dan Hati untuk meraih ridho Ilahi,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Wali songo Karang Penang Oloh, Sampang, tersebut.

Baca Lainnya:  Gelar Donor Darah, Yayasan Cahaya Ummat Pamekasan Perkuat Rasa Solidaritas Sosial Masyarakat 

Sementara itu, Fausi, salah satu anggota Majelis Taklim Nurul Ulum, sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan milad setengah abad tersebut. Pria yang juga Putra dari Bapak Nito ketua kelompok paling sepuh, yang juga merupakan saksi dalam perintisan majelis pada tahun 1395 H oleh KH Halimi Bustomi, berharap majelis ini bisa terus istiqomah berkontribusi dan menebar manfaat.

Menurutnya, di usia yang sudah matang, Majelis Taklim Nurul Ulum, bisa mengembangkan kegiatan-kegiatan dan mengedukasi masyarakat melalui pengajian keislaman lebih luas. Tentu, tujuan utama untuk bersama menyatukan ummat agar mendapat ridho Ilahi.

“Semoga di usia yang sudah setengah abad, majelis ini bisa istiqomah menebar manfaat dan menjadi wadah ummat untuk meraih ridho Ilahi,” harapnya. (*/lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *