KKN INSTIKA Gelar Parenting Pengenalan Makanan Halal, Sehat dan Bergizi bagi Anak Usia Dini

BAHAYA: KKN INSTIKA mendapati banyaknya lembaga yang membiarkan anak usia dini mengonsumsi jajanan kurang sehat di sekolah.

QUDETA.CO – KKN Integratif Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA), Guluk-Guluk, Sumenep menggelar kegiatan bertajuk Parenting, Selasa (5/9/2023). Kegiatan yang melibatkan wali murid dan guru PAUD dan TK Miftahul Ulum itu dilangsungkan di Aula Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Miftahul Ulum (YASPIMU), Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan.

Marina Oktavia dan Ainul Hasanah tampil sebagai pemateri. Marina menjelaskan tentang label halal, sementara Ainul Hasanah memaparkan tentang sehat dan bergizi.

“Tujuan kegiatan ini dalam rangka untuk memotivasi orang tua agar lebih memperhatikan makanan anak sehari-hari,” terang Ketua Posko KKN Integratif INSTIKA Siti Hasaniyah.

Dijelaskan, banyak lembaga yang kurang menyadari makanan yang dikonsumsi anak usia dini. Sebut saja masih maraknya jajanan di sekolah yang memakai warna makanan dan pemanis buatan.

“Hal itu tidak baik untuk anak karena makanan berpengaruh terhadap perilaku dan tingkah laku anak.  Jika anak banyak mengkonsumsi makanan yang halal dan sehat, maka perilakunya akan lebih cenderung ke perilaku yang baik,” terang Ainul Hasanah.

Sebaliknya, terang Dewan Perwakilan Lapangan (DPL) KKN INSTIKA itu, jika anak tersebut mengkonsumsi yang tidak halal dan sehat, otomatis akan cenderung melakukan hal yang buruk.

“Tugas kita sebagai orang tua atau guru harus pintar-pintar memilih makanan yang berlabel halal, sehat, dan bergizi bagi anak usia dini,” tambah Marina Oktavia.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Kepala Desa Kertagena Tengah Suto Abdurrahman dan Dewan Perwakilan Lapangan (DPL) Ainul Hasanah. Ketua Posko KKN Integratif INSTIKA Siti Hasaniyah, tampak ditemani anggotanya, yaitu Zaimatul Ummah, Siti Aisyah, Raudatul Jannah, Mariah Qibty, Mudmainnah, Hosiyatun, Nidatur Rabbaniah, Nuri Wildatus Sofiah, Titin Fauziah, Siti Umayyah, dan Balqis Kamalina. (*/her)

Baca Lainnya:  Dr. Ahmad Khotib: Guru Harus Bermuka Dua!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *