Daerah  

Edukasi Masyarakat, KPMM Tanam 400 Mangrove di Pantai Padelegan Pamekasan

Penanaman Mangrove
KPMM menanam sekitar 400 mangrove di Pantai Padelegan, Pamekasan, Minggu (30/7/2023). (Foto: Ist)

Qudeta.co, Pamekasan — Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM) menggelar kegiatan penanaman mangrove di Pantai Padelegan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Minggu (30/7/2023). Kegiatan yang merupakan bagian dari memperingati Hari Mangrove se-Dunia 2023 itu diikuti oleh sekitar 80 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua KPMM Endang Tri Wahyurini mengatakan, kegiatan yang mengangkat tema “Konservasi Mangrove untuk Ketahanan Iklim Dunia” ini untuk mengedukasi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga semua lapisan masyarakat bisa memahami dan mengerti arti atau manfaat penting dari pohon mangrove.

“Alhamdulillah peserta banyak berjumlah 80 peserta yang meliputi dari berbagai provinsi di Indonesia, antara lain dari Papua, Batam, Riau, Kalimantan, dan Kepulauan seribu,” katanya.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah ini, tambahnya, menunjukkan bahwa respon masyarakat terhadap kepedulian mangrove itu cukup tinggi. Apalagi yang mengikuti mayoritas generasi muda.

“Alhamdulillah banyak para pelajar yang mengikuti kegiatan ini dan juga para generasi muda. Hal ini membuktikan bahwa para generasi muda juga tertarik juga peduli terhadap kelestarian mangrove dan mengerti tentang edukasi terhadap mangrove ini,” jelasnya.

Dalam penanaman itu, ada sekitar 400 batang bibit mangrove yang ditanam dengan menggunakan sistem pakar berumpun. Artinya, dalam satu lubang ditanami beberapa batang. Tujuannya agar mangrove yang ditanam mampu menahan hantaman ombak yang cukup besar.

“Pemilihan lokasi di Pantai Padelegan ini karena pantai ini sangat memiliki tingkat abrasi yang tinggi. Sehingga kami memutuskan untuk memilih pantai padelegan ini sebagai lokasi penanaman mangrove,” tukasnya.

Hadir kegiatan tersebut, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Cabang Dinas Kehutanan Sumenep KPH Madura, Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, dan sejumlah pelajar dan mahasiswa di Pamekasan. (*/lee)

Baca Lainnya:  Komunitas Belajar Bicara Sukses Gelar Milenial Public Speaking

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *