Peroleh Hibah Kemenristekdikti, Dosen FKIP Unira Gelar Pendampingan Sekolah Inklusi

Sekolah Inklusi
Dosen FKIP Unira saat melakukan pendampingan sekolah inklusi di SDN Gladak Anyar 2 Pamekasan. (Foto: Ist)

Qudeta.co, Pamekasan — Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Madura (Unira), Harfin Lanya dan Yanti Linarsih, menggelar pendampingan sekolah inklusi di SDN Gladak Anyar 2 Pamekasan selama tiga hari, sejak 24 hingga 26 Juli 2023. Mereka berdua merupakan penerima program hibah dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

Kegiatan pendampingan tersebut bertemakan “Pendampingan Sekolah Inklusi melalui Media Ethno Web Digital dalam Implementasi Pembelajaran Berdiferensi dan Penguatan Profil Belajar Pancasila”.

“Selama tiga hari berturut-turut berbagai rentetan pelatihan terhadap para guru, mulai dari pembelajaran berdiferensiasi, profil pancasila, hingga pelatihan penggunaan media ethno web digital,” kata Harfin Lanya, Rabu (26/7/2023).

Ketua Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Unira Dr. Moh. Zayyadi menyampaikan, pendidikan inklusi ini sangat dibutuhkan agar siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) dapat belajar dan nyaman di lingkungan siswa normal.

“Kami harap di sekolah inklusi ini bisa menerima dengan baik siswa berkebutuhan khusus agar bisa belajar bersama dengan siswa yang normal,” ujar Zayyadi.

Sementara Rektor Unira melalui Dekan FKIP Yanti Linarsih menyampaikan terima kasih kepada pihak SDN Gladak Anyar 2 telah berkenan menerima pendampingan sekolah inklusi yang diadakan dosen Unira.

“Semoga kegiatan ini dapat berdampak positif bagi sekolah, dan dapat menerima serta mendidik dengan baik siswa ABK,” tegasnya.

Sedangkan Kepala SDN Gladak Anyar 2 Ach. Taufik mengungkapkan, pihaknya telah menerapkan sekolah inklusi dengan jumlah siswa ABK 4 orang.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, wali siswa dapat percaya dan tidak khawatir lagi untuk menyekolahkan anaknya yang ABK di sekolah kami,” paparnya.

“Kami juga sangat berterimakasih, dengan adanya pelatihan sekolah inklusi yang diadakan oleh dosen FKIP Unira ini menjadi bekal bagi para guru agar bisa mendamping siswa kami yang ABK,” tukas Taufik. (*/lee)

Baca Lainnya:  Dr. Ahmad Khotib: Guru Harus Bermuka Dua!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *