Blue Carbon Initiative Pertamina Foundation Raih Penghargaan Environment Initiative Of The Year

Pertamina

Qudeta.co, Jakarta — Pertamina Foundation mendukung komitmen PT Pertamina (Persero) untuk mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), salah satunya melalui program nature based solution atau solusi berbasis alam, Blue Carbon Initiative (BCI). Berkat komitmen tersebut, Pertamina Foundation lewat program BCI meraih penghargaan Environment Initiative of the Year dalam kompetisi Marketing Excellence Award 2023 yang diselenggarakan oleh Marketeers.

Penghargaan ini diberikan kepada Pertamina Foundation karena dinilai mampu melaksanakan konsep Marketing 3.0, yakni penerapan pemasaran berkelanjutan yang berdampak pada penguatan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

BCI merupakan program nature based solution lewat tiga fokus utama, yakni climate act, community development, dan biodiversity protection yang diimplementasikan lewat lima project, antara lain Blora Project, Mahakam Project, Bontang Project, Lembata Project, dan Cenderawasih Project.

Climate Act merupakan upaya pengelolaan perubahan iklim melalui konservasi dan restorasi ekosistem pesisir, laut, dan hutan menjadi fokus utama. Program ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dioksida dengan memanfaatkan kemampuan ekosistem hutan.

Sampai akhir tahun 2022, telah tertanam 1.043.147 pohon mangrove di lokasi Mahakam dan Bontang Project, serta 461.043 pohon daratan penyerap karbon di lokasi Blora Project. Pohon-pohon yang tertanam sudah teregistrasi di Sistem Registri Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kemudian community development merupakan upaya melibatkan dan memberdayakan masyarakat lokal sehingga terlibat dalam penanganan perubahan iklim. Dalam kawasan Blora Project, masyarakat Desa Bodeh dan Desa Ngrawoh dilibatkan dalam penanaman pohon dan pelatihan pembuatan makanan bergizi, seperti selai pisang, keripik pisang, dan bubur jagung manis kepada ibu-ibu posyandu di sana.

Selain itu, mereka juga diajarkan cara membuat kemasan layak dan menarik untuk dijual secara massal. Tidak ketinggalan, diadakan juga pengecekan gizi anak dan ibu secara gratis guna mencegah stunting.

Baca Lainnya:  Penguatan Ketahanan Pangan Lewat Berbagai Terobosan dan Inovasi

Mayoritas pekerjaan masyarakat dua desa tersebut merupakan petani dan peternak sehingga bekerja sama dengan Fakultas Peternakan UGM diadakan pelatihan pakan ternak. Pelatihan ini dilakukan untuk memberikan wawasan bahwa limbah bonggol jagung mampu dijadikan pakan ternak dibandingkan dibuang dan dibakar. Sebagai penunjang mata pencaharian mereka, terpasang panel surya milik binaan Pertamina Foundation kompetisi program PFsains 2022.

Berpindah ke Kalimantan, Bontang dan Mahakam Project melibatkan masyarakat dalam rehabilitasi dan restorasi mangrove. Selain itu, terpasang juga lampu bertenaga surya dan instalasi tandon-tandon air di ruang-ruang publik daerah Desa Sepatin, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ditambah dengan aktivasi pelatihan budidaya tanaman hidroponik 4×6 meter kepada ibu-ibu supaya bisa menyajikan makanan bergizi.

Fokus ketiga adalah biodiversity protection sebagai upaya melindungi dan menjaga ekosistem pesisir, laut, dan hutan serta keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Upaya ini dilakukan dengan pendataan detil lewat geotagging hingga pengawasan terhadap fauna langka.

Dalam kawasan Blora Project, bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan UGM, Pertamina Foundation membuat penangkaran konservasi ex situ dan kini sudah terisi oleh 10 ekor spesies rusa timor. Kemudian di kawasan Bontang dan Mahakam Project, dilakukan pengawasan berkala terhadap fauna endemik yang berstatus dilindungi, seperti bekantan, berang-berang cakar kecil, dan monyet ekor panjang.

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan ke depan akan semakin banyak dan bervariasi bentuk implementasi untuk tiga fokus utama tersebut.

“Pada fokus climate act, kami akan mengembangkan energi baru terbarukan lewat replikasi Desa Energi Berdikari Pertamina ke desa-desa yang menjadi kawasan proyek kami. Kemudian, untuk fokus community development, kami menjajaki kegiatan voluntrip, di mana nantinya masyarakat terlibat ikut mempromosikan desanya dan kami juga akan mengembangkan potensi daerah mereka lewat UMKMnya. Paling menarik adalah kami akan melakukan geotagging ke hiu paus sebagai upaya menjaga eksistensinya karena berperan sebagai penyerap karbon juga,” paparnya.

Baca Lainnya:  JNE Mendukung Pembangunan RS Hasyim As’syari Jombang

Agus mempersembahkan penghargaan ini kepada stakeholders dan masyarakat yang turut berkontribusi dalam program BCI.

“Terima kasih kepada Pertamina Grup, startup, hingga perguruan tinggi dan praktisi yang turut bersama kami mewujudkan umur bumi lebih panjang. Menangani perubahan iklim tidak bisa dilakukan sendirian melainkan butuh komitmen dan aksi bersama. Kami terbuka untuk ruang kolaborasi dalam menjalankan 6 prioritas SDGs meliputi tujuan 12, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; tujuan 13, penanganan perubahan iklim; tujuan 14, ekosistem laut; tujuan 15, ekosistem darat; tujuan 7, energi bersih dan terjangkau; dan tujuan 8, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi,” tutupnya. (*/lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *